Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

10 Tips Agar Tidak Terjebak Hutang Menggunakan PayLater Cicilan Tanpa Kartu Kredit

Rickwiese.com – Tips memanfaatkan Paylater ini penting. Saya lihat banyak orang, khususnya millineals, terjebak utang saat berbelanja online. Apa yang harus jadi perhatian saat mengambil PayLater cicilan tanpa kartu kredit ?

Seiring perkembangan teknologi, ada banyak fitur baru yang memudahkan pelanggan dalam bertransaksi.

Salah satunya adalah PayLater, sebagai ‘sesuatu’ di era digital keuangan karena melahirkan cara lebih mudah dalam pembayaran, yang sejauh ini pelanggan susah memperoleh dari perbankan.

Dengan syarat minimal dan cara daftar mudah, pengguna langsung terima dan menyukai PayLater.

Tetapi, yang lebih bernilai menurut saya adalah bagaimana cara kita sebagai pelanggan menggunakan layanan PayLater ini secara bijaksana dan sehat.

Fitur Paylater sebetulnya sudah ada lama di bank, yaitu melalui program pembayaran dan cicilan kartu kredit. Tetapi, PayLater yang sekarang ditawarkan OVO, Gojek dan Traveloka tawarkan satu hal, yang tidak dimiliki oleh bank, yakni kemudahan dalam pengajuan dan cara penggunaan.

Kemudahan itu terkadang memabukkan !

Berikut adalah tips memakai PayLater supaya tidak terjerat utang yang gali lubang tutup lubang:

1. PayLater itu Pinjaman

Segampang apapun PayLater, Anda harus ingat jika service ini adalah pinjaman, cicilan tanpa kartu credit, yang Anda harus bayar.

Maka seharusnya pakai cara pembayaran PayLater dengan bijak.

Karena bila sampai menunggak, Anda mempunyai beberapa resiko:

  • keluarkan biaya yang sebetulnya tak perlu, tapi sekarang Anda harus mengeluarkan karena denda terlambat;
  • catatan kredit jadi jelek karena mempunyai tunggakan pinjaman;
  • masalah pada keuangan karena tersedianya tambahan biaya untuk bunga dan denda terlambat.

2. Tidak boleh Pasang ‘Default’ PayLater

Anda mempunyai pilihan untuk mengatur ‘default’ Paylater dalam cara pembayaran.

Satu diantaranya, saya rasakan di GoPay, yang memutuskan PayLater sebagai default pembayaran. Dengan setting default, setiap saya lakukan transaksi di Gojek, jadi cara pembayaran otomatis adalah PayLater.

Sering pengguna tidak sadar jika sudah memakai PayLater sebagai alat pembayaran, akibat pilih default PayLater, dan saat tagihan tiba terkejut karena menganggap tak pernah berhutang.

Saran saya tidak boleh set default PayLater karena beberapa alasan:

  • PayLater adalah utang yang harus dibayar. Jangan terbiasa untuk berhutang.
  • Dengan membayar dengan PayLater, seakan-akan uang Anda tidak berkurang, walau sebenarnya tidak, yang mungkin menggerakkan Anda bertransaksi makin banyak, makin besar dari biasanya.

3. Bunga PayLater Tinggi, Pahami Ini

Saya mengambil contoh PayLater Gojek.

Gojek mengaplikasikan bunga Rp 2,000 perhari bila telat regardless jumlah hutang Anda.

Meskipun secara nominal 2 ribu terlihat kecil, tapi sebetulnya itu jumlah yang besar dalam persentase bunga.

Misalkan Anda pinjam PayLater Rp 500,000 dan telat bayar selama 10 hari, yang berarti biaya bunga adalah Rp 20,000 atau 4%. Bila telat 30 hari, bunga 12% sebulan atau 60% setahun.

Bunga yang semakin tinggi Anda rasakan di Traveloka dan OVO PayLater.

4. Hati – Hati Membeli Barang Yang Tidak Perlu Karena PayLater

Kemudahan yang diberi PayLater perlu Anda sikapi hati – hati untuk jangan pernah Anda tingkatkan pengeluaran konsumsi yang sebetulnya tak perlu. Dari yang dulu tidak perlu, saat ini jadi Anda membeli karena ada iming – iming bayar kelak dengan PayLater.

Peluang membeli sesuatu yang tak perlu karena ada layanan PayLater, saya alami sendiri di mana kemauan untuk berbelanja bertambah karena secara impulsif merasa tak perlu bayar sekarang (rasa tak perlu keluar uang cash).

Riset di beberapa negara memperlihatkan bahwa saat orang membayar secara non-tunai atau mungkin tidak keluarkan uang cash, contohnya dengan kartu credit, peluang konsumsi jadi bertambah (yang tak perlu jadi perlu).

Menurut Grant Thornton, organisasi global terkemuka yang sediakan jasa assurance, tax, dan advisory, salah satunya resiko pemakaian PayLater adalah kenaikan perilaku konsumtif terlalu berlebih tanpa disadari, dengan kemudahan untuk membeli sekarang bayar belakangan yang memberi dorongan impulsif dalam keputusan pembelian, yang sering justru jatuh ke beberapa barang yang tidak dibutuhkan.

5. Hitung Kemampuan Bayar

Perlu diingat, saat ajukan pinjaman mengambil sesuai kebutuhan. Karena bagaimanapun juga pada waktunya hutang harus dikembalikan, harus dibayar.

Pinjam sesuai kemampuan akan membuat peminjam bisa bayar tepat waktu dan tidak harus bayar denda keterlambatan.

Selain itu, pinjam sama sesuai kemampuan membuat Anda tidak mau tak mau bertindak ‘gali lubang tutup lubang’ dengan ambil hutang lagi untuk tutup hutang yang lama.

Salah satu cara menghitung kemampuan pembayaran adalah hitung maksimal total cicilan perbulan sejumlah 30% dari pendapatan perbulan. Yang perlu kita hitung adalah Keseluruhan Cicilan, semua cicilan terhitung cicilan baru yang akan kita ambil.

6. Kenali Kontrak Pinjaman

Baca dengan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan, dan ajukan pertanyaan jika belum jelas.

Karena kontrak jadi dasar hukum pinjam meminjam. Semua hak dan kewajiban pihak yang turut serta diatur dalam kontrak.

Kontrak pinjaman bisa beragam, dimulai dari yang sederhana, yakni hutang dana tunai jangka waktu pendek, sampai yang cukup sulit berkaitan usaha, contohnya, bila ada agunan atau jaminan atas pengajuan hutang.

7. Website dan Aplikasi Secured

Yakinkan jika pinjaman dilakukan ke website yang aman dan terlindungi dengan secured.

Fintech P2P pinjaman online resmi diharuskan OJK melakukan beberapa cara security di website dan database untuk melindungi data pelanggan, termasuk lolos audit dan sertifikasi ISO teknologi informasi, untuk pastikan kalau keamanan data pelanggan menjadi fokus utama perusahaan.

Peminjam dapat melihat keamanan situs dari tanda gembok atau tergembok di atas kiri yang dapat dikatakan keamanan dari situs tersebut terjaga, dan ini menjadi tanda-tanda jika aplikasi pinjaman uang online itu aman dan paling dipercaya.

8. Punya Layanan Customer

Waktu ajukan pinjaman, seharusnya pilih perusahaan yang punya customer service jelas dan mudah dikontak. Misalnya, no telepon ada, lalu email, jika mungkin ada WA dan alamat kantor.

Tujuannya, supaya bila nanti ada permasalahan, debitur bisa secara mudah menghubungi dan memperoleh tanggapan cepat.

Customer service yang jelas dan mudah dihubungi jadi pertanda di antara lembaga legal dan ilegal.

Pinjol ilegal umumnya tidak mempunyai customer service. Jelas, mereka ilegal, jadi identitasnya ingin tidak dikenal dan sebisa mungkin ditutup tutupi.

9. Pinjam Perusahaan Izin OJK

Pinjam hanya di perusahaan pinjaman yang telah berijin OJK.

Dengan ajukan di pinjaman sah, calon peminjam terlindung dari efek negatif pinjaman ilegal.

Pinjaman resmi yang terdaftar OJK harus mengikuti peraturan dan ketetapan yang mempunyai tujuan melindungi pelanggan.

Calon peminjam masuk ke situs OJK yang disana ada daftar pinjaman online resmi dipantau OJK. Pinjam hanya dari instansi yang tercatat resmi di OJK.

Juga bisa mengecek daftar pinjol resmi di situs AFPI yang menaungi semua perusahaan P2P tercatat di OJK

Tidak mudah tergoda penawaran kredit yang manis, yang mudah, saat sebelum pastikan bahwa penawaran itu datang dari lembaga resmi dan bukan lembaga ilegal.

10. Proteksi Data di Aplikasi

Masalah ini sebetulnya tidak murni kejadian di PayLater, tetapi umum di beberapa aplikasi keuangan dalam handphone sekarang ini.

Ada banyak peristiwa hacker membobol data aplikasi hingga pelanggan tidak lakukan transaksi tapi terima tagihan.

Anda dapat searching di internet dan akan menemukan banyak komplain soal peristiwa semacam ini.

Saya tidak paham dalam kasus kecolongan ini, apa sistem keamanan aplikasi kurang kuat atau pelanggan ceroboh.

Untuk menghindar ini terjadi, maka anjuran saya:

  • Jaga data di aplikasi secara baik – baik, tidak boleh memberikan ke orang lain, karena saat ini telah ada fasilitas PayLater, yang membuat orang punya akses di aplikasi bisa secara mudah lakukan pembelian meskipun tidak mempunyai uang
  • Mengawasi transaksi secara rutin supaya apabila ada transaksi yang meresahkan cepat ketahuan dan dapat segera melaporkan ke aplikasi atau pihak berwenang
  • Nonaktifkan PayLater bila memang jarang dipakai untuk menghindari penyalahgunaan.

Kesimpulan

Paylater tawarkan kemudahan, yang selama ini susah ditemukan pada pinjaman bank. Tetapi, beberapa hal harus kita lihat saat memutuskan ambil PayLater.

Mudah-mudahan tips soal pinjaman PayLater ini berguna !