Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Perbedaan Digital Banking VS Layanan M-Banking, Yuk Simak Penjelasannya

Bekerja.id – Belakangan, sejumlah bank beramai-ramai mulai berlomba untuk membuat bank digital atau digital banking. Walau demikian, ada banyak nih yang masih bingung, apa sih bedanya service digital banking dengan m-banking yang dimiliki bank konvensional?

Kamu salah satunya yang sering bingung membedakannya tidak nih, Sahabat Bekerja?

Nah, daripada kamu bingung, mending kita baca yuk perbedaan digital banking dan layanan m-banking di bawah ini.

Persamaan dan Perbedaan Digital Banking VS Layanan M-Banking

Sebetulnya sih, baik digital banking atau layanan m-banking punya bank konvensional, sama berbasiskan fintech (financial technology). Dalam kata lain, keduanya memanfaatkan teknologi untuk mendukung layanan perbankan atau keuangan lainnya.

Disamping itu, teknologi yang dipakai oleh keduanya diperuntukkan untuk mempermudah transaksi para nasabah. Walau demikian, secara pengertian, keduanya jelas berbeda.

Diambil dari situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK), layanan digital banking alias bank digital yaitu sebuah aktivitas perbankan yang memakai fasilitas elektronik atau digital milik bank, dan/atau lewat media digital milik calon atau nasabah bank yang sudah dilakukan secara mandiri.

Nah, penyelenggaraan digital banking di Indonesia sendiri sudah diatur ketetapannya oleh OJK lho, Sahabat Bekerja. Adapun, secara umum, pendirian bank digital itu akan terbagi jadi dua kelompok lho, Sahabat Bekerja:

  • Pendirian bank baru yang beroperasi sebagai bank digital dengan modal pokok minimum Rp10 triliun
  • Bank konvensional yang berubah jadi bank digital (existing).

Maka bank konvensional memungkinkan untuk bisa beralih menjadi bank digital nih, Sahabat Bekerja.

Sementara itu, M-Banking merupakan sebuah fasilitas yang dipunyai bank untuk memungkinkan nasabahnya lakukan transaksi perbankan dan keuangan secara online. M-banking punya fitur bervariasi seperti transfer uang, pembayaran tagihan, pembelian pulsa, top up saldo dompet digital, sampai pembayaran kewajiban dan investasi seperti deposito.

Di satu sisi, OJK mengatakan dalam laman resminya, layanan digital banking meliputi internet banking, phone banking, sms banking, dan mobile banking (m-banking). Dengan demikian, layanan digital banking serupa dengan service yang diberikan oleh bank konvensional.

Tetapi, yang membandingkan keduanya yaitu perpindahan service digital banking yang berubah 100 persen ke internet! Sehingga kamu benar-benar tidak perlu datang ke kantor cabang untuk mengurusi kebutuhan perbankan.

Tidak hanya itu, sama seperti yang telah diuraikan sebelumnya, digital banking itu adalah jenis dari bank itu sendiri. Sedangkan M-banking sebagai layanan digital yang dibentuk oleh sebuah bank.

Maka dari itu, digital banking pasti akan tetap mempunyai M-Banking, seperti bank konvensional. Tetapi, bank digital tidak mempunyai layanan fisik seperti kantor cabang, sampai transaksi yang berupa cashless!

Jadi , kamu akan berpindah ke digital banking tidak nih?