Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cara Gadai Sertifikat Rumah Tanpa Survei Sehari Cair Pinjaman

Rickwiese.com – Gadai sertifikat rumah adalah cara mudah ajukan pinjaman dengan jaminan ke bank dan instansi keuangan. Apa hal yang perlu menjadi perhatian saat menggadaikan sertifikat rumah supaya bisa tanpa survei dan satu hari cair ?

Pengajuan utang bisa dilakukan dengan beberapa cara. Satu diantaranya yang paling sering adalah dengan menjaminkan rumah.

Prosesnya menggadaikan sertifikat rumah ke tempat gadai, seperti perbankan, multifinance, koperasi atau instansi pembiayaan lain.

Berikut adalah cara dan langkah untuk bisa lakukan gadai sertifikat rumah, dengan proses cepat, tak perlu survei dan bisa satu hari cair:

1. Jenis Sertifikat Rumah

Jenis sertifikat jadi hal terpenting yang dilihat oleh bank dan lembaga pembiayaan saat lakukan seleksi kredit dalam memproses pengajuan hutang dengan gadai sertifikat rumah.

Jenis sertifikat yang paling diminati adalah Sertifikat Hak Milik (SHM). Karena jenis sertifikat ini yang paling jelas status kepemilikannya.

Pemilik SHM punya kuasa penuh atas tanah dan bangunan, serta mempunyai nilai dan kedudukan yang semakin kuat dan tinggi dibanding jenis sertifikat yang lain.

Sementara, Sertifikat Hak Guna Bangunan punyai kekurangan, yaitu:

hanya memiliki masa gunakan maksimal 30 tahun dan bisa diperpanjang paling lama 20 tahun,
pemegang HGB tidak memiliki hak penuh untuk mengubah atau mengalih fungsikan bangunan tanpa ijin dan persetujuan dari pemilik tanah sebagai pemberi HGB lebih dahulu.

2. Nama di Sertifikat (Bukan Nama Sendiri, Orang Tua)

Nama di sertifikat seharusnya adalah calon peminjam. Nama yang lain antara di sertifikat dengan pemohon, umumnya, akan susah disetujui pengajuan kredit oleh bank.

Karena itu, pengajuan gadai sertifikat rumah bukan atas nama sendiri atau gadai atas nama orangtua akan lebih susah dilakukan.

Hal yang bisa dilakukan bila gadai sertifikat rumah bukan atas nama sendiri atau gadai atas nama orang tua adalah:

  1. Balik Nama. Lakukan proses balik nama sertifikat ke nama calon peminjam.
  2. Surat Kuasa. Membuat surat kuasa yang memperjelas kalau sertifikat yang dijaminkan memang benar-benar milik calon peminjam. Masukkan akta jual beli (AJB), bukti kwitansi atau bukti yang lain sebagai dokumen pendukung jika proses jual beli itu memang terjadi.
  3. Gadai AJB. Beberapa lembaga keuangan terima gadai AJB (Akta Jual Beli) walaupun Sertifikat masih atas nama orang lain.
  4. Cari Lembaga Keuangan Menerima Sertifikat atas Nama Orang lain. Sedikit yang terima tapi ada, umumnya ialah multi finance atau BPR.

3. Nilai Appraisal Jaminan

Pihak pemberi hutang, seperti bank, akan lakukan penilaian atau appraisal pada rumah yang jadi jaminan.

Hasil penilaian ini sebagai dasar dalam pemberian nilai hutang. Makin besar nilai appraisal rumah, makin besar plafon pinjaman yang bisa dicairkan.

Umumnya, nilai plafon pinjaman adalah 70% sd 80% dari nilai appraisal rumah yang akan digadaikan. Contohnya, hasil appraisal adalah Rp 1 M maka nilai pinjaman yang bisa diberi adalah Rp 700 juta sd Rp 800 juta.

Yang perlu jadi perhatian jika bank mengacu pada nilai jaminan rumah hasil appraisal. Bukan nilai rumah yang disampaikan oleh calon peminjam.

Salah satu faktor penting yang memastikan penilaian appraisal rumah adalah lokasi rumah tersebut.

Bila rumah terletak di lokasi rawan banjir, dekat sama saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET), dekat sama pemakaman, atau di gang sempit karena itu kemungkinan gadai sertifikat rumah akan ditolak atau nilainya akan jauh di bawah nilai pasaran.

4. Gadai di Lembaga Bisa dipercaya

Beberapa bank atau instansi keuangan yang menawarkan pinjaman dana dengan jaminan gadai sertifikat rumah. Kita sering menerima penawaran itu lewat SMS atau pesan WA.

Lembaga yang biasa menawarkan gadai sertifikat adalah:

  • Bank
  • Multifinance
  • Pegadaian
  • Koperasi
  • P2P Lending

Tetapi, saat sebelum memutuskan mengagunkan pinjaman, pastikan legalitas dan perizinan instansi pemberi pinjaman tersebut.

Selain untuk menghindar penipuan, legalitas instansi untuk pastikan jika dokumen sertifikat rumah tidak diduplikasi untuk penipuan. Akhir-akhir ini banyak terjadi pemalsuan sertifikat rumah dari penyalahgunaan sertifikat rumah asli.

Pastikan jika bank atau lembaga keuangan yang dipilih sudah tercatat dan dipantau oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) supaya semakin aman.

Peminjam bisa mengecek di website OJK masalah legalitas dan perizinan instansi yang menawarkan gadai sertifikat rumah.

5. Kemampuan Pembayaran

Walau punya rumah yang dapat digadaikan untuk ajukan hutang, tapi persyaratan terpenting adalah memastikan jika kita sanggup bayar kewajiban cicilan tepat waktu.

Kemampuan pembayaran ini menjadi syarat paling penting ketika akan ajukan pinjaman. Pastikan kita bisa bayar dari penghasilan yang ada sekarang ini.

Dasar paling sederhana dan banyak digunakan untuk mengukur kemampuan pembayaran hutang adalah total semua kewajiban cicilan /bulan maksimal 30% dari penghasilan bulanan. Ingat, yang dihitung adalah semua kewajiban, tidak cuma kredit yang akan diambil.

Bila, angkanya setelah dihitung telah lebih dari 30%, sebaiknya kita hati – hati untuk ambil utang lagi. Pastikan jika pinjaman tidak memberatkan keuangan.

6. Proses Survei, Pencairan

Pihak bank, koperasi atau perusahaan pembiayaan akan lakukan proses survei.

Tujuan survei adalah:

  • memeriksa domisili calon peminjam
  • menilai keadaan jaminan
  • menilai kemampuan pembayaran pemohon

Cepat atau lambatnya hasil survei tergantung pada: kelengkapan data dari calon peminjam dan proses internal di masing – masing lembaga.

Proses survei ada yang bisa satu hari selesai, tetapi ada yang bisa menghabiskan waktu lebih lama. Tergantung pada titik – titik yang wajib di survei dan seberapa mendalam dilakukan.

Proses survei memastikan jika syarat pengajuan pinjaman dipenuhi adalah:

  • Penduduk Negara Indonesia
  • Berumur 21-60 tahun dan status perkawinan belum menikah, menikah dan cerai
  • Status tempat tinggal rumah sendiri, pasangan, keluarga, kontrak tahunan
  • Pekerjaan : Pegawai (minimum masih tetap 2 tahun), Wiraswasta (minimum berjalan 2 tahun)

Bank akan minta beberapa dokumen sebagai pendamping persyaratan salah satunya:

  • Form aplikasi kredit
  • KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah/Cerai
  • Pas Foto Terbaru Pemohon dan Pasangan
  • Slip Gaji Asli Terakhir atau Surat Keterangan Penghasilan
  • SK Pengangkatan Karyawan Tetap
  • Tabungan/Giro di Bank BTN/Bank Lain Minimum 3 Bulan Terakhir
  • SPT Pph PS 21 untuk Kredit >50 juta s/d 100 juta
  • NPWP untuk Permohonan Kredit > 100 juta
  • Akta Pendirian Perusahaan Berikut Perubahannya, SIUP, TDP, dan SITU
  • Foto copy SHM/SHGB/IMB

Setelah proses survei tuntas, keputusan analisa kredit dan pencairan paling cepat bisa satu hari, namun kebanyakan lebih dari satu hari. Lagi – lagi kecepatan pencairan ditentukan kelengkapan data dan keadaan di masing – masing lembaga.

7. Catatan BI Checking SLIK OJK

Pada proses analisis kredit, bank dan instansi pemberi pinjaman lakukan pengecekan atas catatan kredit peminjam di BI Checking atau SLIK OJK. BI Checking dan SLIK adalah database yang dikelola oleh BI dan OJK yang berisi catatan kredit pihak yang sempat atau sedang ambil kredit di Indonesia.

Info yang akan dilihat oleh pihak bank adalah apakah calon peminjam pernah memiliki catatan kredit yang jelek, seperti gagal bayar, default atau keterlambatan pembayaran angsuran dalam periode waktu yang lama.

Catatan kredit yang jelek di BI Checking atau SLIK OJK umumnya akan membuat bank menolak pengajuan hutang. Meskipun peminjam telah mempunyai jaminan gadai sertifikat, tapi bobot catatan kredit peminjam semakin besar dalam menentukan keputusan disetujui tidaknya pinjaman.

Oleh sebab itu, mereka yang ingin ajukan pinjaman ke bank dan lembaga keuangan yang lain harus mempertahankan catatan kredit yang baik di BI Checking. Usahakan tidak terlambat atau janganlah sampai tidak bayar cicilan.

8. Alasan Gadai Ditolak

Beberapa alasan kenapa pengajuan gadai sertifikat ditolak, adalah:

a. KTP Tidak Valid

KTP adalah dokumen pertama kali yang akan dilihat validitasnya.

Dokumen KTP yang tidak sesuai, contohnya, nama berbeda, NIK tidak jelas, akan berujung pada penolakan pengajuan gadai.

b. Dokumen Tidak Lengkap

Dokumen yang dipersyaratkan tidak bisa dipenuhi oleh pemohon.

Pemohon perlu mencermati dokumen wajib. Pastikan bisa memenuhi.kewajiban dokumen.

Cermat memilih tempat gadai yang meminta dokumen lebih sedikit.

c. Sertifikat Tidak Atas Nama Pemohon

Sertifikat rumah tidak atas nama pemohon sendiri. Ini tidak sesuai kebijakan bank dan lembaga pembiayaan.

Akan tetapi di beberapa tempat gadai ada yang bisa menerima sertifikat tidak.atas nama pemohon.

d. Hasil Appraisal

Appraisal tidak sesuai kebijakan bank, antara lain, yang umum adalah:

  • Lokasi jaminan tidak sesuai dengan sertifikat
  • Tidak ada akses jalan masuk ke arah rumah yang bisa dilalui kendaraan. Bukan jalan umum, tetapi jalan keluarga.
  • Lokasi rumah berdekatan dengan makam, sungai, dan di bawah aliran udara tegangan tinggi (SUTET)

Lokasi rumah semacam ini tidak baik dimata appraisal karena memiliki harga jual yang rendah.

e. BI Checking Buruk

Hasil BI Checking yang buruk, contohnya pernah menunggak lebih dari 30 hari atau bahkan sampai Kolektibilitas 5, besar kemungkinan pengajuan ditolak.

BI Checking jadi hal terpenting yang dipertimbangkan, terutama oleh bank dan multifinance. Tetapi, di sejumlah lembaga pendanaan, seperti P2P dan Koperasi, tidak menggunakan BI Checking sebagai basis keputusan kredit.

f. Informasi Negatif

Diketemukan informasi negatif hasil dari survei.

Informasi negatif diantaranya adalah pemohon tidak ditemukan di alamat domisili, catatan dari lingkungan seperti keluarga tidak setuju, atau sering dikunjungi tukang tagih.

9. Suku Bunga Pinjaman

Suku bunga pinjaman dengan gadai sertifikat rumah, biasanya, lebih rendah dibanding pinjaman tanpa jaminan, seperti KTA atau pinjaman online.

Ada sertifikat rumah yang digadaikan membuat bank menilai risiko kredit untuk jatuh ke gagal bayar menjadi lebih rendah. Orang cenderung tidak mau jaminan rumahnya diambil alih dan dijual dengan bayar cicilan tepat waktu.

Hal yang penting jadi perhatian adalah menghitung suku bunga hutang menggunakan cara penghitungan bunga efektif. Bunga efektif lebih tepat merepresentasikan sisa kewajiban pokok pinjaman.

Masalahnya, beberapa instansi pembiayaan sering menyampaikan tingkat suku bunga flat (bukan bunga efektif), supaya suku bunga tampak lebih rendah.

Oleh karena itu, kita harus mengkonversi bunga flat ke bunga efektif untuk memperoleh gambaran yang sesungguhnya soal berapa besar bunga yang wajib kita bayar. Kebanyakan, bunga efektif adalah 2 kalinya bunga flat.

10. Biaya Notaris dan Biaya Yang lain

Karena menyangkut jaminan rumah, bank dan lembaga pembiayaan akan lakukan pengikatan jaminan. Tujuan pengikatan jaminan adalah supaya rumah yang telah dijaminkan tidak dijaminkan ke pihak lain lagi.

Proses pengikatan jaminan harus dilakukan melalui notaris. Resikonya adalah ada tambahan biaya untuk notaris.

Biaya ini penting diperhitungkan oleh peminjam karena bisa menjadi tanggungan peminjam.

Jumlah biaya biaya ini lumayan besar, maka dari itu sebaiknya peminjam minta rincian sejak awal supaya bisa disiapkan sejak awal.

11. Eksekusi Jaminan

Saat menjaminkan rumah untuk ambil pinjaman, kita harus siap seandainya pembayaran menunggak maka jaminan rumah bisa dilakukan oleh pemberi pinjaman.

Pemberi pinjaman mempunyai hak untuk mengambil alih dan menjual jaminan ketika peminjam wanprestasi atau gagal bayar. Ketentuan soal ini tercantum di Perjanjian Kredit.

Pastinya, proses eksekusi jaminan adalah cara terakhir yang diambil kreditur setelah usaha lain tidak berhasil. Tidak serta merta gagal bayar lalu jaminan rumah di eksekusi.

12. Tempat Gadai Sertifikat Rumah

Tiap tempat gadai mempunyai karakternya masing – masing. Kita sebaiknya penting memahami karakter tiap tempat gadai sebelum mengajukan.

Berikut adalah tempat gadai sertifikat rumah, yaitu:

A. Bank

Bank menerima gadai sertifikat rumah melalui program KPR Refinancing dan Pinjaman Multiguna.

Kelebihan bank adalah plafon pinjaman besar dimulai dari Rp 250 juta sd Rp 5 Miliar. Tenor pinjaman panjang sampai ke 20 tahun.

Tenor yang panjang membantu debitur untuk lebih leluasa mengembalikkan pinjaman. Apa lagi bila plafon pinjaman yang diambil cukup besar.

Bank menawarkan bunga yang paling rendah diantara lembaga keuangan yang lain.

Tetapi, proses pengajuan utang di bank cukup ketat dengan beberapa syarat dan ketentuan. Selain itu, bank biasanya lebih kaku dalam menjalankan persyaratan.

Sertifikat rumah bukan atas nama sendiri atau atas nama orang tua akan kemungkinannya kecil bisa digadaikan di bank. Bank umumnya mengharuskan sertifikat atas nama sendiri.

B. Multifinance

Multifinance saat ini tidak sekedar memberikan pinjaman untuk kendaraan motor, tapi juga pinjaman multiguna dengan jaminan rumah.

Kelebihan multifinance adalah persyaratan dan ketentuan hutang lebih fleksibel dengan plafon pinjaman lumayan besar.

Salah satu keunggulan multifinance adalah bisa terima gadai sertifikat rumah yang tidak atas nama sendiri.

Namun, bunga hutang gadai rumah di multifinance lebih tinggi ketimbang di bank.

C. Pegadaian

Pegadaian menerima gadai sertifikat rumah. Proses di Pegadaian terkenal mudah dan cepat.

Salah satunya keunggulan di Pegadaian adalah keamanan dan legalitas. Ini lembaga yang telah populer dan mumpuni dalam mengatur pegadaian.

Bunga gadai sertifikat rumah di Pegadaian lebih bagus dibandingkan multifinance, koperasi dan P2P, namun tetap lebih tinggi dari bank.

D. Koperasi

Koperasi sekarang banyak yang menawarkan hutang dengan gadai sertifikat rumah. Syarat pinjaman di koperasi umumnya lebih mudah, singkat dan fleksibel dibandingkan dengan bank dan multifinance.

Namun, koperasi menawarkan jumlah plafon lebih rendah dan tenor kredit lebih pendek dibandingkan dengan bank.

Pinjaman di Koperasi lebih cocok untuk mereka yang ingin proses cepat tanpa survei, bisa satu hari cair, dalam jumlah plafon pengajuan tidak terlalu besar.

Selain itu, ketentuan Koperasi memastikan jika pinjaman cuman bisa diberikan kepada anggota Koperasi. Sifat koperasi adalah dari anggota untuk anggota.

E. P2P Lending

P2P adalah lembaga pembiayaan baru berbasis financial technology yang memberikan pinjaman secara online mengandalkan teknologi.

Keunggulan P2P Lending adalah prosesnya cepat dan mudah. Ini karena dalam basis P2P, peminjam ditemukan langsung dengan pemberi hutang atau pemilik dana.

Beberapa P2P mengandalkan teknologi, hingga bisa pinjaman diberikan tanpa survei dan cair dalam kurun waktu satu hari. Kecepatan menjadi titik kelebihan yang ditonjolkan P2P.

Bahkan beberapa P2P Lending tidak menggunakan BI checking dalam analisis kredit. Ini pasti proses kredit yang lebih mudah.

Tetapi, bunga P2P kebanyakan jauh di atas bunga bank dan multifinance.

Tempat Gadai Sertifikat Rumah

Kesimpulan

Gadai sertifikat rumah adalah alternative untuk kita bisa ajukan hutang. Pilihan jenis kredit ini banyak, mulai dari yang proses cepat satu hari cair, tanpa perlu survei sampai yang butuh banyak persyaratan.

Yang penting dipastikan saat sebelum ajukan pinjaman gadai sertifikat adalah kemampuan pembayaran. Kegagalan pembayaran bisa berujung pada penyitaan dan eksekusi rumah.