Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Bisnis Properti Meningkat, Inilah Lokasi Incaran Konsumen

Bekerja.id, Jakarta – Adanya pandemi Covid-19 para pengembang selalu menjaga cashflow supaya tidak terjadi kerugian di masa yang akan datang. Kalangan pengembang optimis bahwa di tahun depan bisnis properti akan meningkat diawali dengan subsektor rumah.

Rumah.com memprediksi bahwa lokasi di Jabodetabek menjadi incaran konsumen di tahun depan.

Marine Novita selaku Country Manager Rumah.com mengatakan bahwa Jakarta Timur menjadi wilayah yang paling prospektif di DKI Jakarta selain itu nilai properti Jakarta Timur lebih murah jika dibandingkan dengan wilayah DKI Jakarta lainnya.

Saat ini median di Jakarta Timur masih berada di harga Rp 16 juta per meter persegi, sedangkan median di DKI Jakarta mencapai harga Rp 27 juta per meter persegi atau sekitar 40 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah Jakarta Timur.

Dengan adanya pembangunan infrastruktur baru membuat beberapa kawasan terpadu mengalami kenaikan harga dengan target konsumen yang memiliki ekonomi yang lebih tinggi.

Banyak kawasan yang dahulu dihindari karena berada dilokasi industri serta tatanan kota yang kurang baik, namun saat ini telah dibangun hunian-hunian kelas menengah contohnya adalah Jakarta Garden City (JGC) memiliki luas 370 hektare yang berlokasi di Cakung.

Berdasarkan Rumah.com hadirnya kawasan terpadu membuat kawasan cakung mengalami kenaikan mecapai 4 persen per tahun. Hal ini juga dialami oleh kawasan sekitar JGC, contohnya wilayah Pulo Gebang mengalami kenaikan hingga 10 persen beradasarkan kuartal (qtq) dan 15 persen untuk tahunan (yoy).

Selain itu, sejak kuartal I/2020 wilayah Bekasi memiliki pengaruh yang besar bagi index harga properti di Jawa Barat. Index harga properti untuk rumah petak di Bekasi mengalami kenaikan 5 persen, sedangkan untuk wilayah Bekasi Timur dan Jatiasih menjadi wilayah yang mengalami kenaikan tertinggi.

Perkembangan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR)

Bekasi Barat menjadi wilayah yang paling dekat dengan DKI Jakarta dengan median harga tertinggi per meter persegi akan lebih murah jika dibandingkan dengan Bekasi Timur yang jauh dari DKI Jakarta, sehingga hal ini menjadikan harga properti di Bekasi Timur cukup terjangaku bagi konsumen serta memiliki prospek kenaikan harga yang lebih besar kedepannya.

Selain itu dukungan pemerintah dalam mengintegrasikan komuter memberikan keuntungan bagi Bekasi Timur melalui proyek infrastruktur contohnya LRT Bekasi-Cawang, elvated road, sampai rencana jangka panjang MRT dengan rute Balaraja-Cikarang sehingga Bekasi Timur bisa menjadi pilihan bagi pencari properti maupun untuk investasi jangka panjang.

Hunian di Tangerang

Tangerang Selatan memiliki dua area yang paling prospektif di tahun 2021, antara lain Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Cipondoh. Berdasarkan analisa Rumah.com, kedua area tersebut memiliki fasilitas yang beragam dan lengkap seperti akses transportasi umum dan pribadi.

Meskipun area Cipondoh tidak memiliki banyak fasilitas umum, hal ini diuntungkan oleh lokasinya yang berseblahan dengan Jakarta Barat, sehingga penghuni di area Cipondoh dimanjakan dengan berbagai fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan dan fasilitas kesehatan di Jakarta Barat.

Perkembangan IHPR Rumah Tipe Kecil

Setu Cipondoh memiliki kawasan hijau dan kawasan reservasi sehingga area ini sangat ideal bagi yang mencari hunian yang tidak terlalu dekat dengan suasana ibukota serta menjadikan kawasan strategis bagi pencari properti.

Kecamatan Tangerang sangat didukung dengan infrastruktur yang lengkap dan fasilitas umum, sebab area ini menjadi pusat kota Tangerang.

Kecamatan ini bahkan dekat dengan lima mall salah satu yang terkenal adalah Lippo Karawaci, dan Tang City Mall.

Perkembangan IHPR Rumah Tipe Menengah

Selain itu Wilayah Depok juga menjadi area yang strategis bagi pencari properti sebab pada 2021 tiga wilayah ini menjadi pusat perkembangan properti yaitu Cinere, Cimanggis, dan Sawangan karena kawasan ini sudah tersedia jalan tol baru seperti Cimanggis-Cinere, Cimanggis-Cibitung, dan Cinere Serpong.

Bagi pencari rumah baru di wilayah Depok, Cimanggis dan Sawangan bisa menjadi alternatif baru untuk hunian, yang hanya berpusat di sekitar Margonda.

Faktor Konektivitas

Di tahun 2021 pemerintah menjadikan infrastruktur sebagai penentu perekonomian nasional yang akan datang dengan anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 413,8 triliun untuk pemulihan ekonomi, penyediaan layanan, dan peningkatan konektivitas.

Adanya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah di bidang konektivitas bertujuan untuk memperlancar arus barang dan jasa, contohnya Tol Trans Jawa. Adanya Infrastruktur Tol tersebut membuat perjalanan dari Jakarta hingga Surabaya bisa ditempuh selama 10 hingga 12 jam saja dengan jarak 800 km, yang sebelumnya bisa menempuh waktu hingga 20 jam perjalanan.

Perkembangan IHPR Rumah Tipe Besar

Kemudahan mobilitas dan harga terjangkau menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Bahkan diperdiksi masih akan menjadi buyer market sehingga konsumen dimanjakan dengan banyak pilihan serta dengan harga yang terjangkau.